Sabtu, 19 Mei 2012

Bunga Tidurku

13

13 tega tanpa belas
Hanya hati mulai malas
Asa di bayangmu kian tak jelas
Kau datang hanya melintas
Tertinggal kesan membekas

Bayangmu mengendap-endap mulai tak ku anggap
Meski hadir mulai tak ku pikir
Jiwaku kian waktu kian beku
Terserah seperti apa kau bertingkah

Angka-angka membuat pikirku terbuka
Ini hanya angka yang mencoba meluka
Aku hanyalah milikku



12x

Ke dua belas tanpa belas
Menghadapiku dengan kaku
Begitu jelas bermuka malas
Berkepala batu di maya itu

Tanya tak terhenti
Kenapa bayangmu tak kunjung mati
Terus mengendap-endap menggerilya hati
Apa maumu bayang-bayang jemu

Aku muak ingin teriak
Dahak galauku menggumpal menyesak
Sakit terkubur keadaan
Ketakberdayaan mengoyak-oyak lukaku


Lekas pergi temui pagi
Jangan kembali ke ranjang malamku
Tempatku berbaring menggapai tenang
Hingga kau datang dan menggoncang

Lupakan benar dan salah
Aku rindu tenangku



11x

Sebelas kali galau sekali
Kau mengendap-endap berkali-kali
Dan mengikat seperti tali

Ada apa dengan jiwamu
Resahku terkirim di luar inginku
Bahkan sebalik dari anganku

Adakah racun yang kau ramu di hasratmu
Di ruang gelap bawah sadarmu
Kau menganiayaku tanpa bertemu

Karena aku bayangan di balik cermin
Hanya melihat yang melihatku



10x

Untuk yang sepuluh kalinya tak ku katakan
Coba terdiam semoga tertahan
Sendu jiwa dalam keresahan

Aku rasa kau yang hanyut
Hingga sampai kepada alamku
Merasuk ke bawah sadar

Aku pikir aku yang memulainya
Aku hanya terbawa
Deras rasamu yang ku tak sadari

Kita lihat saja kejujuran waktu
Mampukah membuka kejujuranmu
Atau hanya akan tetap membisu
Hingga kau melangkah di seberang jalan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar