GONTAI
T-elah ku rasa,rasa telah mendik-TE
A-yunan langkahku yang ku pikir man-TAP
N-amun konsepku beranta-KAN
P-atah asa dan aku ka-LAH
A-ku sakit hingga setiap sen-DI
M-enyerah dan ingin sekali berla-RI
U-saikan perjalanan hidup-KU
A-ku teringat kepada Yang Maha Aba-DI
K-emana rasaku Dia selalu a-DA
U-ntuk menahanku terjerumus ke dalam ke-LAM
G-egaskanlah aku Yang Maha Ra-JA
A-ku berjalan terlalu pe-LAN
L-angkahku pun tak tera-RAH
A-mpunanMU yang akan membuatku sela-MAT
U-saikan perjalanan di cinta-MU
turis
Sabtu, 19 Mei 2012
Bunga Tidurku
13
13 tega tanpa belas
Hanya hati mulai malas
Asa di bayangmu kian tak jelas
Kau datang hanya melintas
Tertinggal kesan membekas
Bayangmu mengendap-endap mulai tak ku anggap
Meski hadir mulai tak ku pikir
Jiwaku kian waktu kian beku
Terserah seperti apa kau bertingkah
Angka-angka membuat pikirku terbuka
Ini hanya angka yang mencoba meluka
Aku hanyalah milikku
Hanya hati mulai malas
Asa di bayangmu kian tak jelas
Kau datang hanya melintas
Tertinggal kesan membekas
Bayangmu mengendap-endap mulai tak ku anggap
Meski hadir mulai tak ku pikir
Jiwaku kian waktu kian beku
Terserah seperti apa kau bertingkah
Angka-angka membuat pikirku terbuka
Ini hanya angka yang mencoba meluka
Aku hanyalah milikku
12x
Ke dua belas tanpa belas
Menghadapiku dengan kaku
Begitu jelas bermuka malas
Berkepala batu di maya itu
Tanya tak terhenti
Kenapa bayangmu tak kunjung mati
Terus mengendap-endap menggerilya hati
Apa maumu bayang-bayang jemu
Aku muak ingin teriak
Dahak galauku menggumpal menyesak
Sakit terkubur keadaan
Ketakberdayaan mengoyak-oyak lukaku
Lekas pergi temui pagi
Jangan kembali ke ranjang malamku
Tempatku berbaring menggapai tenang
Hingga kau datang dan menggoncang
Lupakan benar dan salah
Aku rindu tenangku
Menghadapiku dengan kaku
Begitu jelas bermuka malas
Berkepala batu di maya itu
Tanya tak terhenti
Kenapa bayangmu tak kunjung mati
Terus mengendap-endap menggerilya hati
Apa maumu bayang-bayang jemu
Aku muak ingin teriak
Dahak galauku menggumpal menyesak
Sakit terkubur keadaan
Ketakberdayaan mengoyak-oyak lukaku
Lekas pergi temui pagi
Jangan kembali ke ranjang malamku
Tempatku berbaring menggapai tenang
Hingga kau datang dan menggoncang
Lupakan benar dan salah
Aku rindu tenangku
11x
Sebelas kali galau sekali
Kau mengendap-endap berkali-kali
Dan mengikat seperti tali
Ada apa dengan jiwamu
Resahku terkirim di luar inginku
Bahkan sebalik dari anganku
Adakah racun yang kau ramu di hasratmu
Di ruang gelap bawah sadarmu
Kau menganiayaku tanpa bertemu
Karena aku bayangan di balik cermin
Hanya melihat yang melihatku
Kau mengendap-endap berkali-kali
Dan mengikat seperti tali
Ada apa dengan jiwamu
Resahku terkirim di luar inginku
Bahkan sebalik dari anganku
Adakah racun yang kau ramu di hasratmu
Di ruang gelap bawah sadarmu
Kau menganiayaku tanpa bertemu
Karena aku bayangan di balik cermin
Hanya melihat yang melihatku
10x
Untuk yang sepuluh kalinya tak ku katakan
Coba terdiam semoga tertahan
Sendu jiwa dalam keresahan
Aku rasa kau yang hanyut
Hingga sampai kepada alamku
Merasuk ke bawah sadar
Aku pikir aku yang memulainya
Aku hanya terbawa
Deras rasamu yang ku tak sadari
Kita lihat saja kejujuran waktu
Mampukah membuka kejujuranmu
Atau hanya akan tetap membisu
Hingga kau melangkah di seberang jalan
Coba terdiam semoga tertahan
Sendu jiwa dalam keresahan
Aku rasa kau yang hanyut
Hingga sampai kepada alamku
Merasuk ke bawah sadar
Aku pikir aku yang memulainya
Aku hanya terbawa
Deras rasamu yang ku tak sadari
Kita lihat saja kejujuran waktu
Mampukah membuka kejujuranmu
Atau hanya akan tetap membisu
Hingga kau melangkah di seberang jalan
Minggu, 29 April 2012
Profil
Nama :
TURIZ
Jenis Musik : Alternatif
Kota Asal: : Bandung
Kota Sekarang : Baleendah
Band Favorit : Sheila On7, ST12, Ungu, dll.
Band Favorit : Sheila On7, ST12, Ungu, dll.
Sekilas Tentangku :
Saya mulai
belajar bermain gitar sekitar tahun 1998-1999. Pada tahun 2000’an mulai belajar
bikin lagu. Tapi dari tahun 1997-1998 sudah
mulai belajar bikin puisi. Dan semua serba otodidak, dari bertanya kepada
teman,saudara,sampai lewat panduan buku.
Pada
sekitar tahun 2004-2005 setelah lulus SMA saya diajak main band sebagai bassis
dengan nama Flamentory.Di band tersebut saya hanya pernah mengikuti festival
band sekali. Dan band tersebut hanya bertahan sekitar 1 tahun.
Setelah
itu aktivitas musik saya hanya bikin lagu.
Pada tahun
2008 saya kembali diajak membentuk band dengan personil hanya 3 orang. Tapi
sayangnya hanya bertahan selama beberapa bulan.
Tidak
ingin kalah dengan keadaan,saya mengajak 2 teman untuk mrmbantu mengiringi saya dalam
mewujudkan imajinasi saya dalam mengaransemen lagu. Band “iseng-eseng” tersebut
kami beri nama 3D,yang artinya 3 dimensi. Karena di antara kami berasal dari 3
suku yang berbeda,yaitu; Batak,Jawa,Sunda.
Dan di
tahun 2008 itu juga saya mulai tertarik dengan vocal & recording. Sendiri
& dengan kemampuan yang masih sangat minim saya mencoba, terekamlah lagu
dengan judul “Terlukis Indah” yang saya buat pada sekitar tahun 2001-2002.
Tidak puas
dengan itu saya recording lagu sampai dapat 3 lagu,yaitu; Terlukis Indah,
Penghuni Jiwa, GTP.
Sabtu, 10 Desember 2011
Puisi Religi
Kesekedaran Sujudku
16 November 2011
Aku habiskan 2/3 keheninganDengan kata,gelisah,dan kebisuan
Sisanya adalah tempat hinaku
Kala ku cium hangat bumi di selembar materi
Meski kelopak tak sempat menutup
Sujud tak pernah dimahalkan
Untuk mencium mengenali aroma diri
Karena di sana aku akan kembali
Ratapan hitam tak bertepi
Kasih sayang adalah harapanku
Yang akan mengantarkan dengan sungguhku
Dengan kesekedaranku yang hanya Allah yang tahu
Bacaku hatiku
Aku kembali
Aku kembalikan diri
Untuk harapan suci tiada henti
Menanti Ajal Meminangku
27
Oktober 2011
Aku tahu
Dari jauh jauh waktu aku tahu
Tapi seperti tidak mengerti
Bagaimana nanti aku menghadapi
Ketika aku masih lusuh
Penuh noda dan kotor
Aku takut ia tidak ramah
Menyakitkan dalam pinangan
Bersuara keras menggelisahkan
Menjadikanku pengantin sengsara
Semoga dia tidak datang esok
Meski kabarnya dekat bersuara
Aku ingin dipinang mesra
Dinikahi dengan getaran langit
Direbahkan di ranjang penuh bunga
Kirimkan pesan indah sebelum hadirmu
Biarkan aku memohon kepada Sang Penghulu
Untuk membuatku ahli & mengerti
Sehingga bisa mendapati bunga-bunga diranjang terakhirku
Dalam Sepertiga
Dari jauh jauh waktu aku tahu
Tapi seperti tidak mengerti
Bagaimana nanti aku menghadapi
Ketika aku masih lusuh
Penuh noda dan kotor
Aku takut ia tidak ramah
Menyakitkan dalam pinangan
Bersuara keras menggelisahkan
Menjadikanku pengantin sengsara
Semoga dia tidak datang esok
Meski kabarnya dekat bersuara
Aku ingin dipinang mesra
Dinikahi dengan getaran langit
Direbahkan di ranjang penuh bunga
Kirimkan pesan indah sebelum hadirmu
Biarkan aku memohon kepada Sang Penghulu
Untuk membuatku ahli & mengerti
Sehingga bisa mendapati bunga-bunga diranjang terakhirku
Dalam Sepertiga
16
November 2011
Ku
rindukan air mata di kala hening
Berharap meresap bening ke dalam hati
Ribuan waktu teringkas singkat
Dalam sebagian dari sepertiga
Dialah Yang Maha Pemurah
Sedangkan hamba begitu menghitung sedikitnya
Melalui kesekedaran tak sepatutnya
Hingga berharap kasih sayang'Mu menghinggapi hamba
Tiada setitik pun ada bangga
Terkecuali kasih sayang'Mu melalui agama'Mu
Yang masih terengkuh kesekedaran
Maka hamba mohonkan
kepada'Mu
Berilah kekuatan kemudian cintailah hamba
Meski setetes dari Sang Maha Cinta
Aku fakir aku miskin
Dari amal,ilmu,& pengorbanan
Sehingga takut benar-benar meraja
Kehinaanku ditunggangi setan menjadi kuda pacu
Lalu aku terlepas dari diri
Na'udzubillah
Jadikanlah hamba menjadi hamba
Tunjukanlah aku menjadi aku
Pertemukan diri dengan diri
Karena hamba memohon dari permintaan'Mu
Berharap dari perintah'Mu
Sebab tak ingin menyentuh selendang'Mu
Engkaulah cintaku
Berharap meresap bening ke dalam hati
Ribuan waktu teringkas singkat
Dalam sebagian dari sepertiga
Dialah Yang Maha Pemurah
Sedangkan hamba begitu menghitung sedikitnya
Melalui kesekedaran tak sepatutnya
Hingga berharap kasih sayang'Mu menghinggapi hamba
Tiada setitik pun ada bangga
Terkecuali kasih sayang'Mu melalui agama'Mu
Yang masih terengkuh kesekedaran
Maka hamba mohonkan
kepada'Mu
Berilah kekuatan kemudian cintailah hamba
Meski setetes dari Sang Maha Cinta
Aku fakir aku miskin
Dari amal,ilmu,& pengorbanan
Sehingga takut benar-benar meraja
Kehinaanku ditunggangi setan menjadi kuda pacu
Lalu aku terlepas dari diri
Na'udzubillah
Jadikanlah hamba menjadi hamba
Tunjukanlah aku menjadi aku
Pertemukan diri dengan diri
Karena hamba memohon dari permintaan'Mu
Berharap dari perintah'Mu
Sebab tak ingin menyentuh selendang'Mu
Engkaulah cintaku
Jumat, 09 Desember 2011
Puisi Malam
Rindu Bunga Tidurku
4 November 2011
4 November 2011
Malam
begitu mendalam
Kelam tersulam sejak silam
Bunga tidurku terabaikan
Kala resah menjaga kelopak
Bunga di malam yang menghibur siangku
Kini layu
Tak tersiram lelapku
Lelah yang mengganggu lelahku
Seolah tak merindukan malam
Aku mulai mengabaikan perjalanan fajar
Dari redup hingga berbinar sinar menjalar
Bukan dalam kehendak sadarku
Mungkin sekedar kehendak di bawah sadarku
Atau hanya sebuah rahasia hikmah
Yang tersenyum menepuk desah
Jika ini jika
Aku penuhi undangan sesekali
Didorong setitik malu
Meski tak selalu
Ku dihadang kelu
Aku hanya ingin biasa
Dengan kesekedaran saja
Jika ada yang perlu ku tahu
Mungkin waktu ingin membentukku di luar biasa
Jika itu
Aku sambutkan amin
Tapi tanpa harus aku tahu
Aku begitu rindu
Aku rindu bunga tidurku
Insomniakah?
31 Oktober 2011
Kelam tersulam sejak silam
Bunga tidurku terabaikan
Kala resah menjaga kelopak
Bunga di malam yang menghibur siangku
Kini layu
Tak tersiram lelapku
Lelah yang mengganggu lelahku
Seolah tak merindukan malam
Aku mulai mengabaikan perjalanan fajar
Dari redup hingga berbinar sinar menjalar
Bukan dalam kehendak sadarku
Mungkin sekedar kehendak di bawah sadarku
Atau hanya sebuah rahasia hikmah
Yang tersenyum menepuk desah
Jika ini jika
Aku penuhi undangan sesekali
Didorong setitik malu
Meski tak selalu
Ku dihadang kelu
Aku hanya ingin biasa
Dengan kesekedaran saja
Jika ada yang perlu ku tahu
Mungkin waktu ingin membentukku di luar biasa
Jika itu
Aku sambutkan amin
Tapi tanpa harus aku tahu
Aku begitu rindu
Aku rindu bunga tidurku
Insomniakah?
31 Oktober 2011
GA-lau selimut direbahku
BI-as hati penuh tanda hingga kini
SA-at tanya terus mendera dalam dada
TI-dak pun selalu menjadi jawaban mengerti
DUR-asi mimpi semakin menyingkat dan terkebiri
SE-lalu terulang dunia hilang yang malang
TI-mbulan renjana yang tak terurai
AP-i tersembunyi yang terasa hangatnya
MA-lam menjadi siang malasku
LAM-pu imaji terang bersinar di sudut kamar
DA-lam tak ingin sadarku
TANG-an meraba ke rimba gulita
BI-as hati penuh tanda hingga kini
SA-at tanya terus mendera dalam dada
TI-dak pun selalu menjadi jawaban mengerti
DUR-asi mimpi semakin menyingkat dan terkebiri
SE-lalu terulang dunia hilang yang malang
TI-mbulan renjana yang tak terurai
AP-i tersembunyi yang terasa hangatnya
MA-lam menjadi siang malasku
LAM-pu imaji terang bersinar di sudut kamar
DA-lam tak ingin sadarku
TANG-an meraba ke rimba gulita
Puisi Sosial
Untuk Yang Berseragam
22
Oktober 2011
Seragam gagah berbau hantu
Siapa yang ada di balik itu
Manusia dirasuk keadaan
Ketakutanku tak sampai pada ragamu
Ketika aku berjalan
Ku lihat kau & kau ada di jalan
Membawa titipan pertanggung jawaban
Tak kuasa aku menyalahkan cubitanmu
Ketika aku jadi anak kambing
berwarna putih
Kau dari kau menghitamkanku
Tak usahlah kau mengasihaniku
Karena sesungguhnya aku lebih
mengasihanimu
Aku selalu teringat anak istrimu
Yang mereka tak menahu tentang kau
dari kau
Dan hanya menunggu kabar gembira
sang kepala
Ya...
Aku terbayang sang kepala
Ketika aku akan merasakannya
Jadi...
Marilah kita goreskan do'a di
hamparan waktu
Karena tidak ada benar yang tidak
salah
PUISI KU
KESENDUANKU
11 Oktober 2011
11 Oktober 2011
L-ewat semilir angin aku berbisik
I-ndah hati & ragamu telah menyentuhku
A-rahkan keheningan pada senyum
L-alu aku mulai mengerti
I-ntan indah kau simpan di hati
A-jariku utk memahami makna arti
L-epas segera aku bersuara
I-tu sungguh tak terduga
A-khir'y kau cairkan keraguanku
L-embut I-mut & A-nggun
I-rama cantikmu tak terbendung
A-lunan'y terus bersenandung
L-ama kini tak bertemu
I-ni rindu menderu & ragu
A-pa kau telah trdamping?
L-elah sungguh aku bertanya
I-daman yang mungkin semu
A-singkanku dalam sendu
L-entera jiwa telah menyala,& andai
I-jab qobul telah kau ucap aku ikhlas
A-salkan kau bahagia
Cinta & Trauma
13 Juli 2011

Jendelaku Berair
14 Juni 2011
Jendelaku berair
Diiring angin dingin di celah ventilasi
Terbaring berguling meradang
Sakit menjadi raja kegelapan
Yang memenjarakan pekik tangis dalam hati
Jiwa terbakar raga membara
Semua terkurung dalam ruang sepi
Aku adalah penguasa lara
I-ndah hati & ragamu telah menyentuhku
A-rahkan keheningan pada senyum
L-alu aku mulai mengerti
I-ntan indah kau simpan di hati
A-jariku utk memahami makna arti
L-epas segera aku bersuara
I-tu sungguh tak terduga
A-khir'y kau cairkan keraguanku
L-embut I-mut & A-nggun
I-rama cantikmu tak terbendung
A-lunan'y terus bersenandung
L-ama kini tak bertemu
I-ni rindu menderu & ragu
A-pa kau telah trdamping?
L-elah sungguh aku bertanya
I-daman yang mungkin semu
A-singkanku dalam sendu
L-entera jiwa telah menyala,& andai
I-jab qobul telah kau ucap aku ikhlas
A-salkan kau bahagia
Imajinasi
3 November 2011
3 November 2011
Mengikuti gerak detik & de-TAK
Ribuan galau menyerang bertu-BI
Senyumku begitu hambar tera-SA
dan kau yang telah menjadi sum-BER
Segala perih,galau,& nesta-PA
Membuat jiwa resah bergu-LING
Dimana ruang waktu kau selalu a-DA
Mengisi celah hati & ha-RI
Meski ku akui kau tetap se-MU
Ribuan galau menyerang bertu-BI
Senyumku begitu hambar tera-SA
dan kau yang telah menjadi sum-BER
Segala perih,galau,& nesta-PA
Membuat jiwa resah bergu-LING
Dimana ruang waktu kau selalu a-DA
Mengisi celah hati & ha-RI
Meski ku akui kau tetap se-MU
Cinta & Trauma
13 Juli 2011
Seperti ucapan mentari saat mbelai
bumi
Ku terpaku memandangmu membina haru
Melukis semu meronakan biru
Meredup asaku etrtiup ragu
Bak rembulan terhalang awan kelabu
Bak rembulan terhalang awan kelabu
Pandanganku dihadang sedih trauma
lalu
Aku larut dalam seribu kalut
Saat resah mnjelma dalam debaran
Iringi kidung rindu yg terlantunkn.
Mengasah cinta dengan tatapan
Mengasah cinta dengan tatapan
Tajamnya menggores hati di cermin
kamar
Alirkan perih membuih di setengah
hati
![]() |
| Add caption |
Dari Lembah
19 Juli 2011
19 Juli 2011
Aku lahir
dari lembah kecil
Dari
sebuah semak yg terisolir
Yang
berusaha beranjak menapaki bukit
Dengan
tetap mengenal penghuni lembah.
Hatiku
tipis seperti ari
Mudah
menangis mudah merasa
Tapi
kesalahannya aku tanggung sendiri
Karena
hati ini yg seperti ini.
Kadang
sakit terpendam diam
Mata
mengembang dipenuhi mutiara
Bah
terbendung terhembus desah
Kata-kata
mengalir tanpa ikatan.
Jendelaku Berair
14 Juni 2011
Jendelaku berair
Diiring angin dingin di celah ventilasi
Terbaring berguling meradang
Sakit menjadi raja kegelapan
Yang memenjarakan pekik tangis dalam hati
Jiwa terbakar raga membara
Semua terkurung dalam ruang sepi
Aku adalah penguasa lara
Langganan:
Postingan (Atom)







