Rindu Bunga Tidurku
4 November 2011
4 November 2011
Malam
begitu mendalam
Kelam tersulam sejak silam
Bunga tidurku terabaikan
Kala resah menjaga kelopak
Bunga di malam yang menghibur siangku
Kini layu
Tak tersiram lelapku
Lelah yang mengganggu lelahku
Seolah tak merindukan malam
Aku mulai mengabaikan perjalanan fajar
Dari redup hingga berbinar sinar menjalar
Bukan dalam kehendak sadarku
Mungkin sekedar kehendak di bawah sadarku
Atau hanya sebuah rahasia hikmah
Yang tersenyum menepuk desah
Jika ini jika
Aku penuhi undangan sesekali
Didorong setitik malu
Meski tak selalu
Ku dihadang kelu
Aku hanya ingin biasa
Dengan kesekedaran saja
Jika ada yang perlu ku tahu
Mungkin waktu ingin membentukku di luar biasa
Jika itu
Aku sambutkan amin
Tapi tanpa harus aku tahu
Aku begitu rindu
Aku rindu bunga tidurku
Insomniakah?
31 Oktober 2011
Kelam tersulam sejak silam
Bunga tidurku terabaikan
Kala resah menjaga kelopak
Bunga di malam yang menghibur siangku
Kini layu
Tak tersiram lelapku
Lelah yang mengganggu lelahku
Seolah tak merindukan malam
Aku mulai mengabaikan perjalanan fajar
Dari redup hingga berbinar sinar menjalar
Bukan dalam kehendak sadarku
Mungkin sekedar kehendak di bawah sadarku
Atau hanya sebuah rahasia hikmah
Yang tersenyum menepuk desah
Jika ini jika
Aku penuhi undangan sesekali
Didorong setitik malu
Meski tak selalu
Ku dihadang kelu
Aku hanya ingin biasa
Dengan kesekedaran saja
Jika ada yang perlu ku tahu
Mungkin waktu ingin membentukku di luar biasa
Jika itu
Aku sambutkan amin
Tapi tanpa harus aku tahu
Aku begitu rindu
Aku rindu bunga tidurku
Insomniakah?
31 Oktober 2011
GA-lau selimut direbahku
BI-as hati penuh tanda hingga kini
SA-at tanya terus mendera dalam dada
TI-dak pun selalu menjadi jawaban mengerti
DUR-asi mimpi semakin menyingkat dan terkebiri
SE-lalu terulang dunia hilang yang malang
TI-mbulan renjana yang tak terurai
AP-i tersembunyi yang terasa hangatnya
MA-lam menjadi siang malasku
LAM-pu imaji terang bersinar di sudut kamar
DA-lam tak ingin sadarku
TANG-an meraba ke rimba gulita
BI-as hati penuh tanda hingga kini
SA-at tanya terus mendera dalam dada
TI-dak pun selalu menjadi jawaban mengerti
DUR-asi mimpi semakin menyingkat dan terkebiri
SE-lalu terulang dunia hilang yang malang
TI-mbulan renjana yang tak terurai
AP-i tersembunyi yang terasa hangatnya
MA-lam menjadi siang malasku
LAM-pu imaji terang bersinar di sudut kamar
DA-lam tak ingin sadarku
TANG-an meraba ke rimba gulita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar